PKS Islam Moderat

24 11 2008

Boleh saja sejumlah simpatisan dan anggota PKS berpakaian muslim yang terkesan konservatif, namun untuk visi dan pikiran mereka berbanding terbalik dengan penampilan mereka. Itu terlihat dari cara menggaet anggota baru dan meraih dukungan yang jauh dari kesan konservatif. Di tengah semakin tingginya tingkat konektivitas internet di Indonesia, PKS tak melewatkan begitu saja kesempatan ‘bermain’ di dunia maya.

Mungkin dari sejumlah partai politik di Indonesia yang akan bertarung pada Pemilu 2009, PKS menjadi yang terdepan dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam meluaskan jaringan atau menjaring simpatisan baru. Tak hanya itu, gaya kampanye yang dituangkan dalam sejumlah spanduk atau baliho dan media lainnya, juga amat dekat dengan gaya kaum muda yang jauh dari konservativisme.

Contoh paling nyata ketika pilkada di DKI Jakarta beberapa waktu lalu. PKS yang mendukung Adang Daradjatun, didominasi warna oranye, warna yang akrab dengan kekinian dan kalangan belia. Pemilihan kata-katanya dalam berbagai spanduk juga kerap menggelitik dan cerdas serta gaul.

Semua itu dilakukan karena PKS ingin terlepas dengan citra kolot dengan lebih mengakrabi kalangan muda dan seniman dalam beberapa manuver politiknya. Ketua Bappilu PKS, Anis Matta, menegaskan PKS merupakan partai yang selalu mengikuti perkembangan zaman. PKS tidak ingin terjebak dalam pengelompokan aliran Islam tertentu.

“PKS sudah moderat dari dulu. Sikap dasar Islam itu moderat,” ujar Ketua Bapilu DPP PKS, Anis Matta, kepada INILAH.COM, Jakarta, Sabtu (22/11/2008).

Anis menjelaskan, penampilan band Cokelat pada waktu lalu, menandakan PKS ingin merangkul semua pihak. “Kita berkolaborasi dengan seniman atau artis dalam tema yang sama. Senapas dengan semangat perjuangan,” katanya. Islam yang dianut oleh PKS, lanjut Anis, adalah Islam jalan tengah. Dalam menyikapi setiap persoalan, PKS tidak boleh terlalu keras atau terlalu lembut. “Kita tidak mengenal Islam kiri atau kanan. Pengelompokan ini membuat kita kerdil, tidak bisa maju,” katanya.

Sementara itu, boleh saja Gus Dur berbicara apa saja dan menuding apapun tentang kiprah dan langkah PKS menjelang Pemilu 2009, namun sepertinya serangan mantan presiden itu tak mengena. Alasannya, PKS enggan meladeni tudingan dan komentar dari pihak manapun, termasuk Gus Dur terkait pemberian penghargaan kepada 106 tokoh muda oleh partai ini. Selain itu, tudingan miring terhadap PKS kian gencar belakangan ini terkait dengan giatnya partai pimpinan Tifatul Sembiring itu meluncurkan iklan politik di media elektronik, yang diklaim ‘mencatut’ tokoh-tokoh yang telah menjadi ikon salah satu partai atau kelompok tertentu.

PKS akhir pekan ini menegaskan bahwa mereka tidak akan ambil pusing soal komentar-komentar pihak luar seputar manuver politik yang telah mereka buat. Reaksi terhadap manuver PKS seperti iklan dan penggelaran 106 tokoh muda beberapa waktu lalu, dinilai PKS sebagai nuansa bentuk hak demokrasi siapapun juga, tak terkecuali PKS.

“Itu hak tiap orang berpendapat, namun secara institusi PKS tidak pernah memberikan gelar. Mengusulkan pun tidak pernah apalagi menggelari,” kata capres PKS, Shohibul Iman, usai dialog publik di Jakarta.

Terkait Gus Dur yang mengatakan bahwa 106 tokoh muda yang diberi penghargaan oleh PKS itu sebagai tindakan jual toko dan bukan jual tokoh, Shohibul menanggapinya dengan santai. “Ya itu hak Gus Dur, saya tidak tahu maksudnya apa,” ujarnya. Bila dalam penggelaran 106 tokoh muda beberapa waktu lalu ada yang merasa keberatan atau merasa tak layak mendapatkan gelar itu, Shohibul mengatakan itu justru hal yang baik. [bj2]

sumber : beritajatim.com


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: