Yulyani: Soroti Kemiskinan & Gizi Buruk

18 02 2010

SURABAYA-Yulyani makin gencar melakukan penggalangan dukungan untuk pencalonannya sebagai cawali. Politisi perempuan ini berupaya menyerap aspirasi masyarakat dari segala lapisan. Selain itu ia juga rajin melakukan sosialisasi ke elemen masyarakat, LSM, ormas dan kelompok masyarakat lainnya.

Salah satunya Yulyani kemarin melakukan pertemuan dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya. Pertemuan ini dikemas dalam bentuk diskusi tentang pemerintahan daerah yang transparan dan prorakyat kecil. Yulyani menyatakan Surabaya harus bisa mewujudkan pemerintahan yang transparan dan pro terhadap rakyat kecil itu. Dengan dukungan APBD yang lebih dari Rp 4 triliun, anggaran sebanyak itu bisa digunakan untuk menyejahterakan warganya. “Kunci jika ingin kesejahteraan warga kota meningkat, pengelolaan keuangan daerah harus baik dan transparan,” tegasnya.

Mantan anggota DPRD Surabaya periode 2004-2009 ini menjelaskan kondisi di Surabaya tidak se-ideal anggaran yang dimiliki. Buktinya dengan kekuatan APBD yang sangat besar, di Surabaya masih banyak dijumpai banyak persoalan. Yulyani menyebut salah satu akar masalah itu di antaranya pengangguran, kemiskinan, gizi buruk dan masalah kesehatan lainnya. Yulyani yang juga pengurus Kadin Jatim ini mengatakan jika pengelolaan APBD bisa direalisasikan dengan baik, persoalanpersoalan di atas bisa diminimalisir. “Kalau kita jalankan pemerintahan yang efektif, dan mencegah KKN, saya yakin, APBD yang tinggi itu akan merembes juga untuk peningkatakan kesejahteraan rakyat,” terangnya.

Selanjutnya perempuan yang memiliki julukan Mbak Yul ini menambahkan ada kunci lain yang wajib dipenuhi agar masalah-masalah kemasyarakatan terpecahkan. Yakni pemerintah yang transparan, harus didukung dengan payung hukum. Ia menyebut Surabaya memerlukan perda yang memihak rakyat kecil. Dengan adanya perda, mau tidak mau pemerintah harus merealisasikan perda tersebut. “Contohnya bagaimana membentuk perda tentang PKL, revisi perda pasar yang lebih memihak pedagang pasar tradisional, perda nelayan dan perda tentang perlindungan terhadap masyarakat miskin,” jabarnya panjang lebar. (jee)

sumber : radar surabaya, 17 Februari 2010


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: